Skip to content

Mysingkawang

Kreativitas & Perubahan Sosial

Menu
  • Home
  • ARSIP
  • event
  • blog
  • budaya
  • Ekonomi Kreatif
  • Video
  • wisata singkawang
  • fotografi
    • Fotografer
  • PROFIL
    • PARTISIPASI
    • Liputan Media
Menu

Opium Singkawang

Posted on April 21, 2026June 1, 2026 by mysingkawang

Kisah ini bersumber dari catatan perjalanan seorang pelaut Inggris bernama George Windsor Earl. Ia menjelajah berbagai wilayah di Nusantara dan dipercaya para pedagang untuk mengirim sekaligus memperdagangkan sejumlah komoditas, salah satunya opium.

Kali ini misinya adalah mengirim opium dari Singapura ke Singkawang menggunakan kapal Stamford. Ia membawa 35 orang Jawa dan 8 orang Tionghoa. Mereka bertolak pada 1 Maret 1834.

Earl sempat kesal karena tujuan perjalanannya tidak tercantum dalam peta. Hanya ada dua kota besar: Pontianak dan Sambas. “Kota pelabuhan Tionghoa ini tidak tercantum dalam peta…” kira-kira begitu keluhnya. Namun perjalanan tetap harus dilanjutkan.

Ia sempat berlabuh dan menyusuri Sungai Raya yang ia kira adalah Singkawang. Setelah mendapat informasi dari penduduk setempat, ia pun mengarahkan kapal lebih ke utara.

Pada 9 Maret 1834, di pagi yang berkabut, Earl dan beberapa awak mendekati muara menggunakan perahu kecil. Tak lama kemudian, suasana menegang. Jantung berdegup kencang. Terdengar suara gong dan nyanyian—yang oleh Earl disebut sebagai “stanza” dalam bahasa Melayu. Ia sempat mengira mereka akan berhadapan dengan bajak laut.

Namun ternyata, dua kapal itu berbendera Belanda. Detak jantung mereda. Rupanya komandan pelaut itu seorang Melayu, tulis Earl. Ia bahkan menawarkan diri mengantar Earl ke pusat kota sambil berkata, “Orang Tionghoa tidak suka dengan orang Eropa.”

Menurut catatan Earl, muara dan Sungai Singkawang lebarnya sekitar 13 meter. Untuk mencapai pusat kota, jaraknya sekitar 3 mil (± 4,83 Km). Sungainya mirip dengan Sungai Raya yang dikelilingi hutan lebat dan masih banyak kera.

Sesampainya di pusat kota, Earl bertemu dengan seorang Kung Se, pemimpin komunitas Tionghoa, di sebuah rumah besar yang juga digunakan sebagai tempat pengadilan.

Para pria Tionghoa menyambutnya dengan antusias, terlebih karena ia datang dari Singapura yang menjadi pusat perdagangan yang mereka nantikan. Setelah mengetahui apa yang dibawa Earl mereka makin antusias.

Earl membawa 20 peti opium. Kira-kira nilainya 2000 pond. Nilai yang besar saat itu. Komoditas ini sedang sangat diminati. Dalam catatannya, opium dikonsumsi oleh berbagai kalangan di Nusantara, bahkan hingga lingkungan kerajaan. Sebagai cangkau opium, Earl menyenangi perdagangan komoditas ini. Meskipun ia sama sekali tidak mengonsumsi opium. Pokoknya untung.

Di Singkawang, seluruh opium yang dibawanya terjual habis.

Menariknya, opium tersebut kemudian didistribusikan kembali ke berbagai lokasi pertambangan emas di pedalaman. Memang Singkawang belum ramai, tetapi ruang untuk perdagangan dan konsumsi opium sudah terbuka lebar.

Dalam catatannya, Earl menyebut Singkawang dengan ejaan: SINKAWAN.[]

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan catatan GW Earl tahun 1834 berjudul : The Eastern Seas: Or, Voyages and Adventures in the Indian Archipelago. Tulisan Frino Bariarcianur telah disunting serta ilustrasi menggunakan chat GPT. Artikel ini juga disebarluaskan melalui akun instagram mysingkawang.

Liat Singkawang Lagi

  • Suasana Bulan Ramadhan di Singkawang 2024Suasana Bulan Ramadhan di Singkawang 2024
  • Siasat Berbunyi dari Workshop Tukar Getar SingkawangSiasat Berbunyi dari Workshop Tukar Getar Singkawang
  • Forum Merah Jingge Gelar Kurasi Foto PameranForum Merah Jingge Gelar Kurasi Foto Pameran
  • DANY AL FACHRYDANY AL FACHRY
  • Workshop Fotografi Smartphone SingkawangWorkshop Fotografi Smartphone Singkawang
  • AKI 2024 Singkawang : Ajang Kreativitas Tanpa BatasAKI 2024 Singkawang : Ajang Kreativitas Tanpa Batas

About Author

mysingkawang

Website mysingkawang.id merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh Perkumpulan Mysingkawang. Menyajikan ragam informasi seputar komunitas, seni, budaya, wisata, dan, kreativitas anak muda Singkawang. EDITOR : FRINO BARIARCIANUR Email : mysingkawangfree@gmail.com

See author's posts

  • gw earl
  • opium singkawang
  • Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ©2026 Mysingkawang | Design: Newspaperly WordPress Theme