Pertunjukkan Batik Shadow oleh seniman Yogyakarta, Nurohmad, pendiri Omah Kreatif Dongaji, mengisahkan tentang multikultur di kota Singkawang. Pertunjukkan ini hasil kolaborasi bersama seniman muda di Singkawang.
Kain sepanjang 6 meter yang menjadi layar pertunjukan dillukis menggunakan batik oleh seniman muda Singkawang yaitu Romel, Ferdinan, dan Rio. Lukisan menggambarkan kota Singkawang dengan ikon heritage seperti Masjid Raya, Gereja, dan Vihara. Mereka juga melukis jajaran gunung di Singkawang. Tidak ketinggalan patung naga yang ikonik.
Saat pertunjukkan, Nurohmad, menyiramkan cat warna-warni pada layar. Sehingga menghasilkan warna yang mencolok. Sementara silhuet dari wayang berbentuk masjid dan naga, menambah sentuhan artistik selama Nurohmad beraksi.
Tidak ketinggalan iringan musik dari kelompok Sembala dan pembacaan puisi oleh Ayu Muniarti, memberikan bobot tersendiri selama pertunjukkan. Meski hanya 1 hari latihan, kolaborasi ini tampil memikat.
Pertunjukkan Batik Shadow oleh Nurohmad baru pertama kali dipentaskan di Kalimantan. Dia juga menyampaikan apresiasi terhadap seniman-seniman muda Singkawang.
Pertunjukkan ini digelar pada rangkaian acara “Classic to Milennial” di Gedung Pusat Informasi Pariwisata (PIP), Singkawang, 26 Oktober 2019. Pertunjukkan ini pula sekaligus menjadi salah satu upaya Priska Yeniriatno, seniman Batik Singkawang, mempopulerkan batik di kota Amoy ini.
Selama 3 bulan pula, Priska aktif turun ke 3 kampung yaitu Tainam (Singkawang Timur), Sedau (Singkawang Selatan), dan Cisadane (Singkawang Barat). Ia membentuk kelompok yang terdiri dari ibu-ibu dan anak muda untuk membuat batik. Usai pertunjukkan Batik Shadow, Priska mengajak penonton membeli kain batik hasil 3 kelompok dari Kampung Berseri Batik.
Alhamdulillah, program yang didukung didukung oleh Astra ini mendapatkan sambutan. Sejumlah kain pun terjual.
Kampung Berseri Batik 3 Penjuru Singkawang akan terus berproses hingga tahun 2020. Harapannya para penggiat batik dapat merasakan langsung dampak dari hasil penjualan sehingga bisa menjadi salah satu roda ekonomi kreatif di Singkawang []





