Skip to content

Mysingkawang

Kreativitas & Perubahan Sosial

Menu
  • Home
  • event
  • blog
  • budaya
  • Ekonomi Kreatif
  • Video
  • wisata singkawang
  • fotografi
    • Fotografer
  • PROFIL
    • PARTISIPASI
    • Liputan Media
Menu

Cagar Alam Raya Pasi Singkawang

Posted on January 10, 2020December 27, 2023 by mysingkawang
Alam nan asri Kota Singkawang membentang di kawasan Cagar Alam Raya Pasi. FOTO : frino bariarcianur

Saat mata melihat jajaran gunung yang membentang dari timur hingga selatan Singkawang, saat itulah panggilan alam mengajak kita memulai petualangan mendebarkan.

Jajaran gunung dan perbukitan di Singkawang yang dimaksud adalah kawasan Cagar Alam Raya Pasi yang memiliki luas mencapai 3.700 Ha. Kawasan hijau ini melingkupi 10 gunung di Singkawang.

Cagar Alam Raya Pasi merupakan kawasan yang sangat penting bagi kehidupan Singkawang yang memiliki berbagai ragam flora dan fauna. Cagar Alam Raya Pasi pula menjadi arena bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh potensi alam di Singkawang.

Memasuki kawasan Cagar Alam Raya Pasi tidak bisa sembarangan. Kita harus mengantongi Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) bermaterai Rp.6000 yang dikeluarkan oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat atau Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang.

Perijinan ini harus dilakukan demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan kita saat berpetualang. Prosesnya pun tidak rumit.

Air terjun kecil di Gunung Poteng

Untuk memulai petualangan kita bisa memilih pintu masuk paling populer yaitu melewati Gunung Poteng yang berada di daerah Pajintan, Singkawang Timur. Nama Gunung Poteng diambil dari bentuk gunung setinggi 750 meter di atas permukaan air laut ini yang mirip dengan puting susu. Tapi kan nggak enak juga kalau secara lugas kita menyebutnya dengan gunung puting. Ada juga yang mengatakan puncak gunung ini mirip dengan ibu jari alias jempol.

Pada tahun 1980-1990an, Gunung Poteng menjadi salah satu tujuan wisatawan lokal. Waktu itu Singkawang masih menjadi ibukota Kabupaten Sambas. Namun lambat laut kawasan ini mulai ditinggalkan. Kini kondisinya terbiarkan. Ada bagusnya juga karena kawasan cagar alam ini tetap terpelihara.

Untuk mencapai Gunung Poteng, dari pusat kota Singkawang, para petualang dapat menggunakan mobil atau sepeda motor. Waktu tempuhnya hanya sekira 35 menit saja. Pilihlah waktu pada pagi hari. Kesegarah udara di pagi hari menjadi asupan oksigen yang bagus buat tubuh kita. Saat masuk ke kawasan, jangan kaget melihat kondisi jalan yang tidak begitu bagus. Kendaraan hanya bisa diparkir di dekat kolam.

Kolam di Gunung Poteng sebenarnya sudah ada sejak tahun 1931, artinya sejak zaman kolonial Belanda, kawasan ini dianggap penting karena sumber air yang bersih dan bening. Pada waktu itu Belanda membuat bak penampungan dan saluran air hingga ke pusat kota. Jejak peninggalannya pun masih terlihat berupa kolam, bak penampungan, dan pipa besi.

Selain di Gunung Poteng, kawasan Cagar Alam Raya Pasi yang menyimpan mata air berlimpah meliputi daerah : Desa Bagak Sahwa, Eria, Sibohe, Hang Moi (kulor), Desa Simpalit di Gunung Pasi, hingga mata air yang berada di kaki Bukit Sari tepatnya di komplek RS. Alverno (rumah sakit penderita kusta). Tapi sayangnya, pelestarian di kawasan sumber mata air ini kurang diperhatikan. Bisa jadi Singkawang tidak menganggap penting keberadaan sumber mata air.

Bila sudah memastikan bahwa kawasan ini penting, maka mulailah menjelajah menyusuri hutan rimba Singkawang.

Para petualang harus berjalan lebih hati-hati karena medan jelajah semakin menanjak dan licin. Jika ingin lebih menantang pilihlah jalur yang melewati batu-batu besar yang dialiri air. Di sini kita bisa beristirahat sebentar sambil menikmati alunan musik alam yang berasal dari binatang dan pohon-pohon besar.

Pohon-pohon itu beragam jenisnya diantaranya pohon Meranti (Shorea spp), Kayu malam (Dyopyros macrophyla), Bintangur (Challophylum sp) dan durian (Durio Zibettinus sp).

Kolam di Gunung Poteng sisa peninggalan Belanda.

Petualangan di Gunung Poteng semakin menarik saat menemukan bunga Rafflesia tuan-mudae dan Keladi baldo (Amorphoppalus sp) yang tumbuh di sela- sela akar pohon. Kita juga bisa menjumpai anggrek hutan yang tumbuh di batang pohon yang tinggi.

Satwa yang bisa dijumpai seperti ular pohon surga (Chrysopelea paradise), katak bertanduk atau Bako (Megophyrs nasuta), katak batu (Staurois natator), musang merah (Paguma larvata), binturong (Arcticis binturong), dan masih banyak lagi.

Tapi ingat, jangan sekali-sekali mengganggu atau merusak habitat cagar alam Raya Pasi.

Peringatan ini pula tidak hanya untuk kita-kita yang menyukai penjelajah, tapi juga kepada Pemerintah Kota Singkawang. Kawasan Cagar Alam Raya Pasi Singkawang sesungguhnya adalah “taman kota raksasa” yang berfungsi sebagai penyeimbang kehidupan alam Singkawang.

Bila kawasan ini rusak, maka bencana akan langsung menuju warga kota Singkawang.

Sampai di puncak Gunung Poteng kita akan melihat bentang Cagar Alam Raya Pasi yang begitu luas. Bentang ini hingga mencapai Gunung Pasi yang berada di Selatan kota Singkawang. Baik di puncak Gunung Poteng dan Pasi, anak-anak Pramuka dan Sispala sering mengibarkan bendera pada waktu-waktu tertentu seperti Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

Sayangnya, kawasan puncak Gunung Poteng, banyak sampah plastik. Para petualang sering abai dengan sampah yang dibawa ke gunung. Menganggap sampah sebagai persoalan sepele. Ini memang kebiasaan buruk. Hanya datang, lalu foto-foto, dan buang sampah. Bukankah alam harus dirawat seperti kita merawat diri sendiri?

Duduklah dengan tenang sambil mengingat begitu besarnya anugerah Allah SWT kepada kita. Tidak ada salahnya juga untuk sujud syukur. Di atas batu gamping di tepi jurang, kita berharap titipan masa depan ini  tak hilang digerus zaman. []

Liat Singkawang Lagi

  • Presentasi Kampung Batik Singkawang Bersama Priska YeniriatnoPresentasi Kampung Batik Singkawang Bersama Priska Yeniriatno
  • Semangat Anggota KPPS SingkawangSemangat Anggota KPPS Singkawang
  • Galang Donasi Kemanusiaan SingkawangGalang Donasi Kemanusiaan Singkawang
  • Problem Penanganan Banjir BengkayangProblem Penanganan Banjir Bengkayang
  • Inilah 15 Karya Video Terbaik Tentang Nelayan SingkawangInilah 15 Karya Video Terbaik Tentang Nelayan Singkawang
  • Mengenang PahlawanMengenang Pahlawan

About Author

mysingkawang

Website mysingkawang.id merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh Perkumpulan Mysingkawang. Menyajikan ragam informasi seputar komunitas, seni, budaya, wisata, dan, kreativitas anak muda Singkawang. EDITOR : FRINO BARIARCIANUR Email : mysingkawangfree@gmail.com

See author's posts

  • cagar alam
  • cagar alam raya pasi
  • gunung pasi singkawang
  • gunung poteng singkawang
  • Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ©2026 Mysingkawang | Design: Newspaperly WordPress Theme