Pameran seni “R E L A S I – Cipta Pusaka Singkawang” usai sudah. Sebuah langkah awal dalam formula Singkawang Art Laboratory (SAL) yang mengupayakan program berkelanjutan antar seniman, kelompok/komunitas serta aktivasi bangunan Cagar Budaya Singkawang yaitu Gedung Landraad, 2-10 Mei 2024.
Pameran ini menghimpun ragam pusaka benda yang dimiliki oleh publik baik perorangan, komunitas, dan institusi yang memiliki keterkaitan dengan dinamika Singkawang. Mereka yang terlibat adalah Ahmadi (batu ganjal pintu), Andri Adrian (piala dan hiasan dinding), Andi Subandi (foto), Dany Alfachry (tempayan dan kisaran beras), Erman alias Gogo (dvd film, poster, radio, alat musik, gasing), Panti Alverno (dandang tembaga, sepeda statis, tangan dan kaki palsu), Komunitas Pecinta Pejuang (properti film perjuangan), Suprayitno (foto banjir dan pawai Singkawang tahun 1970-an) dan Randa (seperangkat aksesoris dan mahar perkawinan keluarga Dayak).
Pameran ini juga melibatkan seniman, yaitu Ayu Muniarti (lukisan), Priska Yeniriatno (lukisan batik), Studio Arsy (patung kayu), dan Yerie Yulanda (lukisan).
Tak kalah menariknya adalah foto-foto dan peta era kolonial Belanda dari koleksi Digital Leiden. Selanjutnya dari semua pusaka yang dihimpus, SAL melakukan pendataan awal terhadap semua pusaka benda tersebut menjadi arsip Singkawang.
Pameran “R E L A S I – Cipta Pusaka Singkawan” secara keseluruhan ingin mengajak publik untuk menyelamatkan, memelihara, dan melestarikan berbagai pusaka dari dalam rumah. Tentunya dengan keterlibatan generasi muda terutama anak sekolah dalam dunia pengarsipan ini menjadi upaya awal menimbulkan rasa suka terhadap benda-benda bernilai sejarah.
Sampai jumpa di program SAL berikutnya.














